Meniti Jejak Masa Kecil (1)

Meniti Jejak Masa Kecil
~~Rika. Nur Hidayati~~
“ Kenangan indah masa kecil dengan kasih sayang orangtuaku, terpatri di sudut hati terdalam”
Aku menghentikan langkahku hendak menyeberang. Sejenak, pandanganku ke kanan dan ke kiri. Aku sampai lagi di tempat ini, tempat masa kecilku. Kebetulan, rumah masa kecilku untuk acara syawalan Lebaran dengan keluarga besarku di jalan Rotowijayan.
Terlihat di sebelah kanan, di seberang ada toko batik Luwes-luwes di jalan Rotowijayan. Aku termangu, sudah sekian puluh tahun dan toko itu masih ada. Ternyata, sepanjang jalan Rotowijayan semakin ramai menjadi bagian dari sajian pariwisata Keraton Yogyakarta.
Jalan Rotowijayan terletak memanjang dari arah Alun-alun Utara dan belok di sebelah barat Keraton Yogyakarta. Bagi yang akan berwisata ke Keraton Yogya ataupun ke Alun-alun Utara, maka jalan Rotowijayan menjadi bagian dari jalur wisata Keraton, diantaranya tempat menyimpan Kereta Kencana Keraton Yogyakarta di sebelah kanan. Sedikit ke depan di sebelah kirinya masuk ke dalam Keraton Yogyakarta yang ramai dengan pedagang souvenir khas Jogja dan berbagai macam oleh-oleh.
Oh iya, sekolahku, sewaktu TK terletak di sebelah kiri masuk gang jalan Rotowijayan setelah Keraton. Sementara SD ku disamping persis Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Letaknya di samping kanan Keraton, dipojok di depan Alun-alun Utara, tepatnya masuk kampung Musikanan. SD yang ada disana adalah Keputran I, Keputran IV dan Keputran VII. Sudah lama aku tidak mengunjungi sekolahku tersebut. Alhamdulillah, alumninya sudah dipertemukan dalam group whatsapp seperti halnya alumni-alumni sekolah lain.
Ingatanku melayang, dulu aku pernah sangat akrab dengan lingkungan sekitar jalan Rotowijayan. Iya, dulu aku tinggal di jalan Rotowijayan nomor 15. Waktu itu aku dan keluargaku tinggal disana dari TK sampai dengan kelas empat SD. Rumah tersebut sangat besar, milik orangtuanya Eyang Putri, ibunya Bapakku. Yang tinggal di rumah itu, kami sekeluarga di rumah sebelah kiri dan tengah. Sementara rumah sebelah kanan, ditempati oleh Pakde Bude yang merupakan anak dari kakak Eyang Putri.
Diluar dari rumah utama tersebut, terdapat bangunan di sebelah kanan dan kiri. Sebelah kanan menjadi warung kelontong Pakde dan Bude. Sebelah kiri disewakan menjadi tempat praktek dokter umum. Aku masih ingat, namanya dokter Burhan, aku pernah menggigit jaket Omku gara-gara sakit tapi nggak mau dibawa ke dokter Burhan. Padahal dokternya baik, hehehe.
Rumah besar model rumah Jawa jaman dulu, luas, dengan beberapa ruangan yang aku kurang paham fungsinya. Di ruang tamu ada tiang besi yang sering kami naiki dan meluncur ke bawah bermain-main aku, adik-adikku bersama teman-teman sekitar rumahku. Di tengah belakang ada ruangan yang kanan kirinya ada kaca besar dan lemari kayu klasik. Di samping belakang kanan kiri ada kamar yang aku lupa waktu itu digunakan untuk apa.
Halaman rumah lumayan luas, di depannya ada dua pohon pacar yang cukup tinggi. Ada dua macam pohon pacar, satunya yang daunnya bisa untuk inai. Satunya lagi yang bunganya seperti butir-butir, untuk bermain pasaran. Ada juga daun lidah mertua yang besar-besar,di tepi pagar dalam. Di samping kiri dekat rumah praktek dokter, ada tanaman yang kenampakan batang dan daunnya seperti payung di ondel-ondel Jakarta.
Paling enak memang mengenang masa kecil. Banyak cerita yang setelah besar membuat kita senyum-senyum sendiri dan merindukan masa-masa itu.
(Bersambung)

0 Komentar